Menu

Mode Gelap
Warga Cirebon Mengeluh, Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki Mas Jun: Masa Depan Bangsa Ada di Tangan Generasi Muda yang Dekat dengan Tuhannya Hari Peduli Sampah Nasional: Legislator PKS Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Sampah Plastik Anomali Ramadhan: Volume Sampah Naik, Mas Jun Ingatkan Fatwa MUI Soal Keharaman Buang Sampah Sembarangan Mas Jun Sambangi BBWS Ciliwung-Cisadane dan PAM Jaya, Matangkan Rumusan Raperda Air Permukaan Jabar Mas Jun Soroti Permasalahan Sampah dan Tanah Longsor dalam Agenda Pengawasan Pemerintah

POLITIK

Trusmi Akan Dikembangkan Sebagai Salah Satu Destinasi Wisata Jawa Barat

badge-check
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berencana mengembangkan empat titik pusat kerajinan kota baru yang dijadikan tujuan wisata. Keempat daerah itu adalah Tasikmalaya, Cirebon, Bekasi, dan Bogor. Ketua Dekranasda Jabar Netty Heryawan mengatakan, Dekranasda berencana menjadikan empat titik pusat kerajinan di Tasikmalaya, Cirebon, Bekasi, dan Bogor sebagai destinasi wisata di Jawa Barat. Ke empat destinasi tersebut, nantinya menawarkan berbagai keunggulan produk kerajinan yang dihasilkan dari kawasan tersebut.
“Salah satu daerah di Cirebon yang akan kami kembangkan adalah kawasan Trusmi. Kawasan tersebut akan kami kemas, menjadi tempat tujuan wisata. Begitupun dengan daerah lainnya,” jelas Netty Heryawan seusai pembukaan Pameran BUMN di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, kemarin.
Menurut dia, empat kawasan itu dinilai memiliki potensi kerajinan yang patut di jual kepada wisatawan domestik dan wisatawan asing. Di Tasikmalaya, nyaris semua jenis kerajinan di produksi olah masyarakat Tasikmalaya. Mulai dari aksesori, fesyen, kuliner, dan produk handmade lainnya.
Begitupun di Bogor dan Bekasi. Dua kawasan tersebut memiliki potensi kerajinan cukup besar. “Bogor dan Bekasi memiliki kedekatan geografis dengan Jakarta. Kedua daerah tersebut, diharapkan menjadi jendela bagi Jawa Barat,” tutur Netty.
Saat ini, lanjut dia, keempat kawasan tersebut telah melalui tahapan pembangunan. Walaupun demikian, Netty belum bisa memastikan kapan keempat daerah tersebut siap menjadi destinasi wisata. Beberapa hal yang akan dibenahi misalnya, infrastruktur, ikon daerah pada kawasan tersebut, serta penataan kawasan.
Dekranasda, lanjut Netty, telah menjalin komunikasi dengan dinas terkait di daerah masing- masing. Termasuk berkomunikasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi perjalanan wisata (Asitas), dan travel agent. “Ke depan, travel agentharus menyertakan destinasi wisata ini di salah satu paket perjalanan yang sertakan kepada wisatawan untuk di kunjungi,” ucap dia.
Perwakilan Koordinator Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN Jabar Harmon Yero mengatakan, lembaga koordinasi penyalur PKBL BUMN terus berupaya meningkatkan kualitas UMKM di Jabar melalui penyaluran dana bergulir (Program Kemitraan). 
Sumber: Harian Koran Sindo – Kamis, 11 April 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dialog Bareng Anak Muda Kota Cirebon, Mas Jun Ajak Melek Kebijakan Publik

4 Februari 2026 - 03:12

Dorong Partisipasi Anak Muda, Mas Jun Serukan Gen Z Melek Politik

3 Februari 2026 - 04:34

Mas Jun Tegaskan Sikap: Dukung Kebijakan KDM yang Pro Rakyat, Kritisi yang Tidak Tepat

18 Januari 2026 - 08:02

Ingin Rumuskan Raperda Pemanfaatan Sumber Air Permukaan yang Adil, Mas Jun Saring Aspirasi Perusahaan hingga Pengelola Bendungan

16 Januari 2026 - 03:19

DPD PKS Kabupaten Cirebon Tekankan Penguatan UPA dan Kaderisasi dalam Silaturahim Kecamatan Sumber

31 Desember 2025 - 02:15

Trending di POLITIK