CIREBON – Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati, adalah salah satu Walisongo yang berdidikasi di Provinsi Jawa Barat, khususnya wilayah Cirebon.
Bagi masyarakat Cirebon, Sunan Gunung Jati bukan hanya seorang pemimpin spiritual, tetapi juga simbol kepemimpinan dan kemajuan.
Salah satu pesan yang paling legendaris dari Sunan Gunung Jati yang hingga kini masih terus kita dengar, adalah “ingsun titip tajug lan fakir miskin” atau artinya “saya titip Musola dan orang miskin.”
Begitu singkatnya pesan tersebut namun memiliki makna yang sagat mendalam bagi masyarakat Cirebon. Lalu apa sebenarnya makna dari pesan Sunan Gunung Jati tersebut?
Dilansir Cireborn.id dari YouTube Masjid Raya Al-Jabbar, ada dua makna dari pesan tersebut, diantaranya:
- Memakmurkan Masjid (Tajug)
Meneladani Rasulullah SAW saat membangun Madinah, masjid adalah pusat peradaban. Setiap langkah kaki menuju masjid bukan hanya menggugurkan dosa, tetapi juga mendatangkan rahmat dan ampunan Allah SWT.
Masjid menjadi solusi bagi setiap persoalan hidup dan tempat doa-doa terbaik dipanjatkan.
- Menyantuni Fakir Miskin
Ibadah sosial seperti membahagiakan orang lain sangat dicintai Allah SWT. Dalam dialog Nabi Musa AS dengan Allah, terungkap bahwa shalat, dzikir, dan puasa adalah kebutuhan individu, namun membahagiakan sesama adalah amalan yang paling Allah sukai.
Demikian makna pesan singkat popoler dari Sunan Gunung Jati. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.***











