Menu

Mode Gelap
Warga Cirebon Mengeluh, Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki Mas Jun: Masa Depan Bangsa Ada di Tangan Generasi Muda yang Dekat dengan Tuhannya Hari Peduli Sampah Nasional: Legislator PKS Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Sampah Plastik Anomali Ramadhan: Volume Sampah Naik, Mas Jun Ingatkan Fatwa MUI Soal Keharaman Buang Sampah Sembarangan Mas Jun Sambangi BBWS Ciliwung-Cisadane dan PAM Jaya, Matangkan Rumusan Raperda Air Permukaan Jabar Mas Jun Soroti Permasalahan Sampah dan Tanah Longsor dalam Agenda Pengawasan Pemerintah

POLITIK

Melihat Sisi Lain Kehidupan Anggota DPRD

badge-check

Melihat Sisi Lain Anggota Dewan yang Tetap Hidup Sederhana

Rumah Dijual untuk Pesantren, Motor pun Tidak Punya

Jadi anggota dewan identik dengan “OKB,” orang kaya baru. Mobil baru, rumah baru, motor baru—bahkan mungkin ada juga yang istrinya baru. Namun ada juga anggota dewan yang tetap hidup dalam kesederhanaan. Satu diantaranya di DPRD Kabupaten Cirebon periode sekarang H Ahmad Aidin Tamim SPdi yang tetap bersahaja.

Mulyanto SWA, Sumber

BERDASARKAN informasi yang diperoleh Rakyat Cirebon anggota DPRD Kabupaten Cirebon periode 2004-2009 ada yang begitu sangat sederhana dalam aktvitas kesehariannya. Dia adalah Faturokhman anggota DPRD dari PPP. Kini partai terserbut tak punya wakil di DPRD Kabupaten Cirebon. Pria asal kecamatan Susukanlebak itu setiap hari berangkat ke gedung dewan selalu menggunakan sepeda motor terkadang naik angkutan umum.

Nah, kini tak ada satu pun anggota DPRD yang menggunakan motor. Namun yang tetap terbilang sederhana diantaranya adalah H Ahmad Aidin, anggota DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2009-2014. Meskipun menjadi wakil ketua komisi III DPRD Kabupaten Cirebon tidak menjadikan dirinya buta diri menjadi orang kaya. Ia mengaku saat ini motor saja tidak punya. “Di DPRD Kabupaten Cirebon rata-rata sudah memiliki mobil pribadi, cuman saya saja yang hanya bisa memakai mobil dinas. Motor saya tidak punya,” ujarnya.

Aidin menuturkan ia pernah memiliki rumah sendiri. Namun karena merasa prihatin dengan dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon akhirnya rumah yang menurutnya sangat sederhana tersebut dijualnya seharga Rp50juta. Lantas uang tersebut digunakan untuk membangun pondok pesantren di daerah Tukmudal Kecamatan Sumber.

“Rumah satu-satu yang berada di Perbutulan dijual untuk membangun pondok pesantren demi keberlangsungan pendidikan di Kabupaten Cirebon,” paparnya.

Aidin menambahkan, secara pribadi persoalan perjuangan mengenai perkembangan pendidikan Kabupaten Cirebon tidak bisa diupayakan semaksimal mungkin. Meskipun menjadi anggota dewan yang seharusnya memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan terkait hal itu.

“Daripada jadi anggota dewan tidak bisa memperjuangkan persoalan dunia pendidikan. Mendingan berbuat sendiri saja dengan menjual rumah untuk membangun pesantren,”tuturnya.

Sementara itu, mobil yang selama ini dipakainya hanya sekadar titipan sementara. Menurutnya, jika ada masyarakat membutuhkan mobil tersebut terbuka lebar untuk dipakai. Asalkan, waktunya tidak bentrok dengan jadwal kerjanya sebagai anggota dewan.

“Mobil sekarang dipakai merupakan mobil dinas, jadi siapapun yang membutuhkan bisa memakainya. Setelah selesai menjadi anggota dewan semuanya akan diserahkan kepada negara. Maka, akan kembali lagi menjadi masyarakat biasa. Saya berkomitmen tidak ada sepeser pun uang Negara yang dikorupsi,” pungkasnya. Hidup dengan satu istri Lili Sutarmi dan keempat anaknya. Aidin pun tampaknya fokus terhadap pendidikan. Dua anaknya yang besar kuliah di Al Azhar Cairo, Mesir semuanya beasiswa. Satu anaknya lagi masih SD. Semoga bisa dicontoh.(*)

Harian Rakyat Cirebon, Rabu 7 Maret 2012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Anonim

    bersyukur apa yang ada leih baik daripada tidak bersyukur, percayalah…!

    Balas
  2. Anonim

    baguslah kalau seperti itu, jangan sampai sebetulnya punya mobil tapi kemudian dijual karena ada mobil dinas.

    Balas
  3. semoga tetap istiqomah dengan apa yang diperjuangkan …

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Dialog Bareng Anak Muda Kota Cirebon, Mas Jun Ajak Melek Kebijakan Publik

4 Februari 2026 - 03:12

Dorong Partisipasi Anak Muda, Mas Jun Serukan Gen Z Melek Politik

3 Februari 2026 - 04:34

Mas Jun Tegaskan Sikap: Dukung Kebijakan KDM yang Pro Rakyat, Kritisi yang Tidak Tepat

18 Januari 2026 - 08:02

Ingin Rumuskan Raperda Pemanfaatan Sumber Air Permukaan yang Adil, Mas Jun Saring Aspirasi Perusahaan hingga Pengelola Bendungan

16 Januari 2026 - 03:19

DPD PKS Kabupaten Cirebon Tekankan Penguatan UPA dan Kaderisasi dalam Silaturahim Kecamatan Sumber

31 Desember 2025 - 02:15

Trending di POLITIK