Cirebon – Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Ade Irawan, menyoroti kelangkaan tabung gas LPG 3 kg yang kerap dialami oleh masyarakat. Meski data resmi menunjukkan distribusi gas LPG 3 kg di Kabupaten Cirebon berjalan lancar dan bahkan surplus 4% dari total kebutuhan, keluhan masyarakat terkait kesulitan mendapatkan tabung gas masih terus bermunculan.
Berdasarkan data yang dihimpun, kebutuhan gas LPG 3 kg di Kabupaten Cirebon mencapai 25.079.520 tabung per tahun. Jumlah tersebut telah dipenuhi dengan surplus 4%, yang seharusnya menjamin ketersediaan gas bagi masyarakat. Distribusi gas LPG 3 kg di Cirebon didukung oleh 7 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), 49 agen, dan 2.750 pangkalan gas yang tersebar di berbagai wilayah.
Namun, Ade Irawan menilai bahwa distribusi yang lancar secara angka belum tentu menjamin akses yang merata bagi masyarakat. “Data memang menunjukkan surplus, tetapi di lapangan, masih banyak warga yang kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg. Ini menjadi pertanyaan besar, di mana letak masalahnya?” ujarnya.
Dalam Rapat Kerja Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon pada Jum’at 7 Februari 2025 yang melibatkan pihak Hiswana Migas, Pertamina, Bagian Perekonomian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Ade Irawan mempertanyakan kebijakan dan dampak penghapusan distribusi LPG 3 kg oleh pengecer. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi yang ada.
“Kami mendorong agar ada transparansi dalam distribusi gas LPG 3 kg. Jangan sampai ada pihak yang memanipulasi atau menimbun stok sehingga masyarakat kesulitan,” tegas Ade.
Selain itu, Ade Irawan mengusulkan agar pangkalan gas LPG dapat berbasis per RW untuk memastikan layanan yang lebih maksimal bagi masyarakat. “Dengan sistem pangkalan per RW, diharapkan distribusi gas LPG 3 kg bisa lebih merata dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Pertamina dan Dinas Perdagangan Kabupaten Cirebon menyatakan bahwa tidak terjadi kelangkaan gas LPG 3 kg di wilayah tersebut. Mereka menegaskan bahwa distribusi berjalan lancar dan stok gas LPG 3 kg mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kami telah memastikan bahwa distribusi gas LPG 3 kg di Cirebon berjalan sesuai dengan kebutuhan. Jika ada keluhan, kami siap menindaklanjuti dan memastikan tidak ada penimbunan atau penyimpangan,” kata perwakilan Pertamina.
Ade Irawan berharap, dengan adanya evaluasi dan usulan sistem distribusi yang lebih baik, masalah kelangkaan gas LPG 3 kg dapat segera diatasi. “Kami akan terus memantau dan mendorong agar hak masyarakat untuk mendapatkan gas LPG 3 kg dengan harga terjangkau dan mudah diakses dapat terpenuhi,” pungkasnya.
Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi gas LPG 3 kg berjalan adil dan merata, sehingga tidak ada lagi keluhan dari masyarakat.











