Menu

Mode Gelap
Warga Cirebon Mengeluh, Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki Mas Jun: Masa Depan Bangsa Ada di Tangan Generasi Muda yang Dekat dengan Tuhannya Hari Peduli Sampah Nasional: Legislator PKS Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Sampah Plastik Anomali Ramadhan: Volume Sampah Naik, Mas Jun Ingatkan Fatwa MUI Soal Keharaman Buang Sampah Sembarangan Mas Jun Sambangi BBWS Ciliwung-Cisadane dan PAM Jaya, Matangkan Rumusan Raperda Air Permukaan Jabar Mas Jun Soroti Permasalahan Sampah dan Tanah Longsor dalam Agenda Pengawasan Pemerintah

POLITIK

PKS soal Banser Dipersekusi dan Dicap ‘Kafir’: Janganlah Kita Main Provokasi

badge-check


					PKS soal Banser Dipersekusi dan Dicap ‘Kafir’: Janganlah Kita Main Provokasi Perbesar


Jakarta – Partai Keadilan Sosial (PKS) meminta aparat penegak hukum menindak oknum yang melakukan persekusi kepada anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama. PKS mengimbau seluruh elemen masyarakat tidak melakukan provokasi.
“Menurut saya itu tidak proporsional ya, jangan lah kita main provokasi-provokasi begitu ya. Saya kira nggak betul tuh hal-hal gitu ya. Sebaiknya kita menciptakan suasana yang adem jangan memprovokasi siapapun,” kata Presiden PKS Sohibul Imam di Sekretariat Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).
Menurutnya, kekafiran seseorang itu tidak dapat diartikan ketika seseorang tidak mau mengucap takbir. Dia menyebut status kekafiran orang itu dinilai dari banyak faktor.
“Ketika orang tidak takbir disebut kafir, status kekafiran seseorang bukan terletak pada satu ucapan, tapi pada perbuatan yang lebih luas ya,” jelasnya.
Dia juga mempersilakan bila penegak hukum memproses oknum yang mempersekusi dua anggota Banser itu. “Kita kan negara hukum. Silakan saja kalau itu memang melanggar hukum, harus ditindak ya,” tuturnya.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan dua anggota Banser dipersekusi seseorang hingga dicap kafir gegara menolak dipaksa mengucapkan takbir viral di medsos. Dalam video berdurasi 1 menit 2 detik itu, tampak dua anggota Banser mengenakan seragam bicara dengan seseorang yang merekam video sambil menunjuk-nunjuk mereka.
Video itu diawali makian ‘monyet’ untuk bertanya di mana e-KTP kedua anggota Banser itu. Salah satu anggota Banser tersebut tampak bertanya balik alasan pria yang kemudian terlihat mengenakan kaus dan topi hitam itu mempertanyakan e-KTP mereka. Percakapan kemudian berlanjut dengan mempertanyakan alasan dua anggota Banser berada di Jakarta. Dalam video itu, tampak percakapan itu terjadi di seberang sebuah toko roti.
Anggota Banser itu kemudian menjawab keberadaan mereka di Jakarta terkait Gus Muwafiq. Orang yang merekam video itu kemudian meminta dua anggota Banser tersebut mengucap takbir, tapi anggota Banser itu mempertanyakan alasan dia harus mengucap takbir saat itu.
Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dialog Bareng Anak Muda Kota Cirebon, Mas Jun Ajak Melek Kebijakan Publik

4 Februari 2026 - 03:12

Dorong Partisipasi Anak Muda, Mas Jun Serukan Gen Z Melek Politik

3 Februari 2026 - 04:34

Mas Jun Tegaskan Sikap: Dukung Kebijakan KDM yang Pro Rakyat, Kritisi yang Tidak Tepat

18 Januari 2026 - 08:02

Ingin Rumuskan Raperda Pemanfaatan Sumber Air Permukaan yang Adil, Mas Jun Saring Aspirasi Perusahaan hingga Pengelola Bendungan

16 Januari 2026 - 03:19

DPD PKS Kabupaten Cirebon Tekankan Penguatan UPA dan Kaderisasi dalam Silaturahim Kecamatan Sumber

31 Desember 2025 - 02:15

Trending di POLITIK