Menu

Mode Gelap
Warga Cirebon Mengeluh, Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki Mas Jun: Masa Depan Bangsa Ada di Tangan Generasi Muda yang Dekat dengan Tuhannya Hari Peduli Sampah Nasional: Legislator PKS Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Sampah Plastik Anomali Ramadhan: Volume Sampah Naik, Mas Jun Ingatkan Fatwa MUI Soal Keharaman Buang Sampah Sembarangan Mas Jun Sambangi BBWS Ciliwung-Cisadane dan PAM Jaya, Matangkan Rumusan Raperda Air Permukaan Jabar Mas Jun Soroti Permasalahan Sampah dan Tanah Longsor dalam Agenda Pengawasan Pemerintah

SEJARAH

Pandemi, Angka Pengangguran Meningkat

badge-check


					Pandemi, Angka Pengangguran Meningkat Perbesar

CIREBON-Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon mendorong pengangguran di Kabupaten Cirebon ditekan. Dinas terkait didorong agar bekerja ekstra menyelesaikan persoalan.

Pasalnya, angka pengangguran di Kabupaten Cirebon selama masa pandemi mengalami peningkatan. Padahal, ditahun 2019, pengangguran sudah ditekan di angka 10,28 persen. Tetapi, akhir tahun 2020, menjadi 11,5 persen. Artinya, ketika angkatan kerja penduduk Kabupaten Cirebon mencapai 1,6 juta jiwa saja, angka pengangguran di tahun 2019 sudah mencapai 164.480 orang.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Ahmad Fawaz  menjelaskan untuk menyelesaikannya tidak bisa sendiri. Misalnya menyerahkan semua kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) saja. Perlu sinergitas dengan dinas lainnya, bersama-sama menekan angka pengangguran.

“Memang ditahun 2020 kemarin, ada peningkatan
angka pengangguran. Sebabnya karena pandemi. Banyak terjadi pemutusan hubungan industrial. Jadi bukannya pengangguran turun, justru malah naik di akhir tahun 2020 kemarin,” kata dia.

Pihaknya mendorong agar ditahun 2021 ada program khusus untuk menyelesaikannya. Ternyata kata politisi PKS itu, Disnakertrans tidak memiliki program khusus dan hanya kegiatan rutin saja. Kalaupun ada, inovasi pelayanan untuk mempermudah para pencari kerja
(pencaker), yakni menggunakan sistem online dalam memperoleh kartu kuning.

“Ini baik. Tapi perlu sosialisasi yang massif dan Pelayanan dimasa pandemi ini perlu adanya inovasi,” imbuhnya.

Misalnya kata Fawaz pencaker tidak perlu datang langsung ke Disnakertrans Cukup dengan mendaftar melalui smartphonenya, pencaker bisa mendapatkan kartu kuning.

Pihaknya pun mendorong meminimalisir angka penggangguran dengan menciptakan peluang dari sektor wirausaha. Tapi, pemerintah sendiri kata Fawaz ditahun 2020 kemarin, menargetkan sektor wirausaha bagi tenaga kerja mencapai 50 persen. Ternyata, yang tercapai hanya 20 pesen saja.

“Arinya, Setengah saja ternyata tidak sampai. Padahal dimasa pandemi, sisi kewirausahaan ini yang menjadi penolong bagaimana tingkat pengangguran terbuka itu turun,” terangnya.

Makanya, perlu keterbukaan dari dinas lain agar sama-sama terlibat dalam penyelesaian persoalan pengangguran.

“Betul, Disnaker itu punya target mengurangi tingkat
pengangguran, yaitu meningkatkan sektor kewirausahaan. Akan Tapi target dikasih sementara program dia ngga ada. Mana bisa. Jadi dinas lain pun harus terlibat,” pungkasnya. (zen)

Sumber : HU Rakyat Cirebon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Cirebon Mengeluh, Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

25 Maret 2026 - 10:51

Mas Jun: Masa Depan Bangsa Ada di Tangan Generasi Muda yang Dekat dengan Tuhannya

13 Maret 2026 - 04:24

Anomali Ramadhan: Volume Sampah Naik, Mas Jun Ingatkan Fatwa MUI Soal Keharaman Buang Sampah Sembarangan

20 Februari 2026 - 08:39

Mas Jun Sambangi BBWS Ciliwung-Cisadane dan PAM Jaya, Matangkan Rumusan Raperda Air Permukaan Jabar

15 Februari 2026 - 10:29

Mas Jun Soroti Permasalahan Sampah dan Tanah Longsor dalam Agenda Pengawasan Pemerintah

10 Februari 2026 - 06:58

Trending di HEADLINE